Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Miwiti - Blora, Jawa Tengah |
Sejarah:
Belum Diketahui
Deskripsi :
Upacara yang dilakukan sebagai tanda awal masa tanam padi. Wiwit artinya memulai sesuatu pekerjaan, berkaitan pekerjaan untuk menanam padi. Setelah benih padi disemai di lahan semalam dan berumur 35 hari (selapan), bibit padi dicabuti (ndaut), setelah itu bibit padi diikat dan diletakkan pada lahan yang telah siap ditanami (mbanjari). Sebelum ditanam (tandur), kelompok tandur ada yang bertugas mengurai ikatan bibit padi tersebut (nempah) dan padi siap untuk ditanam.
Peralatan dan ubarampe yang diperlukan adalah merang (batang padi kering) satu ikat, cok bakal satu takir yang berisi bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, satu batang rokok kretek, dan telor ayam jawa. Semua bahan cok bakal diletakkan menjadi satu wadah takir terbuat dari daun pisang. Dalam sajen tadi juga dilengkapi pisang dan ubi rebus.
Prosesi peaksanaan upacara ini adalah:
a. Pemilik sawah mempersiapkan ubarampe tersebut.
b. Setelah menentukan hari yang baik, datang ke sawah yang akan ditanami padi, tentunya sawah tersebut sudah diolah dan siap untuk ditanami padi.
c. Mengambil salah satu sudut sawah yang akan ditanami kemudian cok bakal ditaruh di sudut sawah, dilanjutkan membakar merang di dekat cok bakal, lalu dibacakan doa. Selanjutnya mulai (wiwit) menanam padi kurang lebih setengah meter persegi di sudat sawah tersebut.
d. Dilanjutkan menanam padi beramai-ramai pada hari itu atau hari lain. Hal yang perlu diperhatikan dalam upacara miwiti, pilihan harinya yang memiliki pantangan, yang dilarang pada saat geblak, yaitu hari weton dimana kedua orangtua pemilik sawah meninggal dunia.
Sering juga disebut upacara miwiti, makna yang terkandung adalah permohonan kepada Tuhan Yang Mahaesa agar padi yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang berlimpah.