Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTradisi Madilakiran Wonontoro - Karangmojo, Kab. Gunung Kidul, DI Yogyakarta
Tradisi Madilakiran merupakan tradisi yang yang telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Waktu pelaksanaan tradisi tersebut menggunakan pathokan kalender Jawa yaitu bulan Madilakir dengan mengambil hari Senin Legi atau Kamis Legi sekitar tanggal 25. Sedangkan tempat penyelenggaraan tradisi Madilakiran Wonontoro dahulu di Komplek makam Ki Ageng Wonokusumo di Wonontoro. Namun pada masa sekarang pelaksanaan tradisi dipusatkan di bale panganti komplek makam Wonontoro. Adapun tujuan dilaksanakan tradisi ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Esa, karena telah diberikan rahmat atas kesuburan tanah dan hasil pertanian yang baik. Selain itu untuk menghormati jasa Ki Ageng Wonokusumo sebagai cikal bakal yang telah membawa kemajuan bagi semua warga. Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan upacara: - Beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Tingkat II Gunung Kidul yang menghadiri pelaksanaan tradisi - Kepala Dinas Pariwisata Tingkat I beserta Staf yang menghadiri pelaksanaan tradisi - Beberapa Abdi Dalem Puralaya Kraton Ngayogyakarta yang menghadiri pelaksanaan tradisi - Para pejabat dan staf Kecamatan Karanngmojo yang membina dan bertanggungjawab atas pelaksanaan tradisi - Para perangkat Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo - Warga masyarakat sekitar tempat pelaksanaan upacara. - Prosesi Upacara : - Satu hari menjelang puncak upacara yaitu hari Kamis legi bulan Madilakir sebagian masyarakat berdatanganmenyiapkan tempat upacara di bale panganti. - Pada pagi hari puncak upacara para warga masyarakat pendukungnya dari wilayah Desa Jatiayu khusunya Dusun Wonontoro dan Gedangrejo mulai berdatangan dengan membawa sesaji, berupa antara lain nasi ambeng, panggang ayam, dan abon-abon (sirih/gantal, tembakau, rokok, dan uang/wajib). Sesaji diletakkan di meja yang disediakan. Kira-kira pukul 12.00 acara upacara dimulai diawali dengan sambutan ketua panitia, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari : Kepala Desa Jatiayu, Camat Karangmojo, dan Dinas Pariwisata Gunung Kidul. Ikrar dan atau ujub dari selamatan Madilakiran disampaikan oleh juru kunci dan dilanjutkan dengan do’a oleh modin. Setelah ikrar dan do’a, dilakukan pembagian sesaji kepada pengunjung. - Pantangan-pantangan dalam upacara : - Pantangan yang dipatuhi oleh masyarakat bahwa mereka tidak akan berani tidak melaksanakan tradisi ini, karea mereka percaya bila tidak melaksanakan tradisi ini maka akan terjadi sesuatu yang kurang baik baik. - Masyarakat tidak berani bertingkah laku atau berkata yang kurang sopan di tempat upacara - Tidak berani mengurangi salah satu sesaji yang ditetapkan, apabila hal ini dilanggar maka masyarakat menerima akibat buruk. Nilai-nilai yang dapat diambil dari pelaksanaan Tradisi Madilakiran Winontoro : - Nilai pelestarian budaya - Nilai ketaqwaan kepada Sang pencipta - Nilai etos kerja - Nilai pelestarian lingkungan hidup - Nilai kejujuran - Nilai gotong royong